KRjogja.com (27/10) – Serunya Menyaksikan Liga Santri

Yogya (KRjogja.com) – Memasuki hari keempat Liga Santri Nusantara, Kamis (27/10), semakin banyak penonton memadati Stadion Krida AAU. Beberapa suporter tim yang sedang bermain pun mengungkapkan kekagumannya atas liga santri. “Teman-teman, ustad ustadzah, dan warga semuanya bangga.” Ujar Alkhaer, 20 tahun, mahasiswa STMIK Amikom asal kabupaten Kaballangan, Sulawesi Selatan yang hadir untuk mendukung perwakilan Sulsel di liga santri.

Penonton liga santri sangat beragam. Mulai dari santri, mahasiswa, pegawai swasta, hingga tentara ikut hadir untuk menyaksikan liga antar pondok pesantren tingkat nasional ini. Beberapa penonton juga terlihat mengenakan sarung dan kopiah yang sangat kental dengan nuansa pesantren.

Selain keunikan liga yang seluruh pesertanya merupakan santri pondok pesantren, liga santri menarik nusantara menarik perhatian penonton karena menampilkan pertandingan yang cukup menghibue. Seperti misal pertandingan antara Ponpes Tariqun Najah (Aceh) melawan Ponpes Darul Huda (Madiun, Jawa Timur). Pertandingan berlangsung sengit hingga masuk ke babak penalti dan berakhir sengan kemenangan 11-10 bagi Tariqun Najag.

Bermain dengan sengit selama satu pertandingan penuh dan babak pertambahan waktu, kedua tim harus mengakui keunggulan masing-masing dengan skor seri 3 -3. Adu penalti pun berlangsung sengit dengan hampir setiap tendangan pemain dari kedua tim membuahkan hasil hingga 10-10 dengan masing masing kiper juga berhasil mengekusekusi tentangan pinalti.

M. Hayatul Rozar dengan nomor urut 7 dari Tariqun Najah mengakhiri pertandingan dengan berhasil mengeksekusi penalti dengan baik, setelah sebelumnya pemain Darul Huda gagal menghasilkan gol. Sontak seluruh pemain dan official melakukan sujud syukur atas kemenangan tersebut. “Alhamdulillah. Setelah ini optimis dan fokus lagi!” Ungkap Jefrizal, striker cilik Tariqun Najah bernomor urut 10. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

KRjogja.com (25/10) – Jusuf Kalla: “Pemberantasan Korupsi Kita Sudah Hebat. Namun Jalan Masih Panjang.”

 

jk

Dokumentasi UGM

YOGYA (KRjogja.com)  – Dalam sambutannya membuka Seminar Anti Corruption Summit pada Selasa (25/10) pagi, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengajak audiens untuk mengapresiasi kinerja otoritas penegak hukum. “Kita ini juara dunia. Tidak ada negara yang bisa menghukum koruptor sebanyak kita. 9 menteri dan 19 gubernur masuk penjara dalam 10 tahun. 2 gubernur bank sentral kita juga terciduk. Aman aman saja ekonomi kita. Bayangkan gubernur bank sentral negara lain tertangkap aparat, hancur ekonomi negara itu.” Tegas Jusuf Kalla.

 

Jusuf Kalla juga menyebutkan bahwa sejarah pemberantasan korupsi disebutkannya sama tuanya dengan aksi korupsi itu sendiri. Mengutip buku the fix tulisan Damien Thompson, Jusuf Kalla menyebutkan bahwa “If prostution is the world oldest profession, Corruption must be the most ancient disease (Jika prostitusi merupakan profesi tertua di dunia, korupsi merupakan penyakit tertua di dunia).”

 

Oleh karena itu, negara merasa perlunya anti korupsi ditanamkan sejak dini untuk menunjang pemberantasan korupsi. Salah satunya, melalui pendidikan tinggi. “Perguruan Tinggi ini tempat pemuda cari jati diri. Jadi apapun profesi mereka. Selain tanamkan skill, tanamkan juga teladan anti korupsi.” Tegas Ketua KPK, Agus Rahardjo yang juga turut membuka seminar tersebut

 

Anti corruption summit merupakan seminar yang diselenggarakan di Grha Sabha Permana (GSP) UGM. Beragam tokoh nasional hadir dalam seminar ini, mulai dari  Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), Moch. Natsir (Menristekdikti), Agus Rahardjo (Ketua KPK), Sri Sultan Hamengkubawana X (Gubernur DIY), dan beberapa rektor serta pemerhati hukum dari seluruh Indonesia. Seninar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat anti korupsi berbasis civitas akademika Perguruan Tinggi. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

KRjogja.com (25/10) – Jusuf Kalla: “Berantas Korupsi tidak bisa Copy-Paste”

jk.jpeg

(Dokumentasi UGM)

 

YOGYA (KRjogja.com)  – Dalam sambutannya membuka Seminar Anti Corruption Summit di Grha Sabha Pramana, Selasa (25/10) pagi, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan pentingnya berantas korupsi. Namun, pemberantasan korupsi itu juga harus disesuaikan dan tidak hanya meniru negara luar. “Berantas korupsi tidak bisa copy paste!” Serunya.

 

Memberantas korupsi menurut Jusuf Kalla harus mendalami nilai-nilai di Indonesia dan jangan sekedar meniru. “Misal kalau kita ingin singapura, itu tidak bisa kita nepotisme layaknya anak Lee Kuan Yeuw lalu menggantikan ayahnya. Mereka tidak liberal democracy.” Ujar Jusuf Kalla.

 

Memberantas korupsi, bagi Jusuf Kalla, merupakan tantangan yang tidak mudah. Menjadi penting bagi negara untuk menyeimbangkan demokrasi serta proses politik yang seringkali mahal dengan semangat anti korupsi. Ketua KPK, Agus Rahardjo, menyatakan sepakat dengan hal tersebut. “16 gubernur sudah terciduk. Ratusan bupati dan anggota dprd juga sudah ditangkap. Kita perlu bangun sistem yang lebih baik.” Ujar Agus Rahardjo.

 

Anti corruption summit merupakan seminar yang diselenggarakan di Grha Sabha Permana (GSP) UGM pada Selasa (25/10). Seninar ini ditujukan untuk menumbuhkan semangat anti korupsi berbasis civitas akademika Perguruan Tinggi. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.