KRjogja.com (25/10) – Jusuf Kalla: “Pemberantasan Korupsi Kita Sudah Hebat. Namun Jalan Masih Panjang.”

 

jk

Dokumentasi UGM

YOGYA (KRjogja.com)  – Dalam sambutannya membuka Seminar Anti Corruption Summit pada Selasa (25/10) pagi, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengajak audiens untuk mengapresiasi kinerja otoritas penegak hukum. “Kita ini juara dunia. Tidak ada negara yang bisa menghukum koruptor sebanyak kita. 9 menteri dan 19 gubernur masuk penjara dalam 10 tahun. 2 gubernur bank sentral kita juga terciduk. Aman aman saja ekonomi kita. Bayangkan gubernur bank sentral negara lain tertangkap aparat, hancur ekonomi negara itu.” Tegas Jusuf Kalla.

 

Jusuf Kalla juga menyebutkan bahwa sejarah pemberantasan korupsi disebutkannya sama tuanya dengan aksi korupsi itu sendiri. Mengutip buku the fix tulisan Damien Thompson, Jusuf Kalla menyebutkan bahwa “If prostution is the world oldest profession, Corruption must be the most ancient disease (Jika prostitusi merupakan profesi tertua di dunia, korupsi merupakan penyakit tertua di dunia).”

 

Oleh karena itu, negara merasa perlunya anti korupsi ditanamkan sejak dini untuk menunjang pemberantasan korupsi. Salah satunya, melalui pendidikan tinggi. “Perguruan Tinggi ini tempat pemuda cari jati diri. Jadi apapun profesi mereka. Selain tanamkan skill, tanamkan juga teladan anti korupsi.” Tegas Ketua KPK, Agus Rahardjo yang juga turut membuka seminar tersebut

 

Anti corruption summit merupakan seminar yang diselenggarakan di Grha Sabha Permana (GSP) UGM. Beragam tokoh nasional hadir dalam seminar ini, mulai dari  Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), Moch. Natsir (Menristekdikti), Agus Rahardjo (Ketua KPK), Sri Sultan Hamengkubawana X (Gubernur DIY), dan beberapa rektor serta pemerhati hukum dari seluruh Indonesia. Seninar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat anti korupsi berbasis civitas akademika Perguruan Tinggi. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

KRjogja.com (25/10) – Jusuf Kalla: “Berantas Korupsi tidak bisa Copy-Paste”

jk.jpeg

(Dokumentasi UGM)

 

YOGYA (KRjogja.com)  – Dalam sambutannya membuka Seminar Anti Corruption Summit di Grha Sabha Pramana, Selasa (25/10) pagi, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan pentingnya berantas korupsi. Namun, pemberantasan korupsi itu juga harus disesuaikan dan tidak hanya meniru negara luar. “Berantas korupsi tidak bisa copy paste!” Serunya.

 

Memberantas korupsi menurut Jusuf Kalla harus mendalami nilai-nilai di Indonesia dan jangan sekedar meniru. “Misal kalau kita ingin singapura, itu tidak bisa kita nepotisme layaknya anak Lee Kuan Yeuw lalu menggantikan ayahnya. Mereka tidak liberal democracy.” Ujar Jusuf Kalla.

 

Memberantas korupsi, bagi Jusuf Kalla, merupakan tantangan yang tidak mudah. Menjadi penting bagi negara untuk menyeimbangkan demokrasi serta proses politik yang seringkali mahal dengan semangat anti korupsi. Ketua KPK, Agus Rahardjo, menyatakan sepakat dengan hal tersebut. “16 gubernur sudah terciduk. Ratusan bupati dan anggota dprd juga sudah ditangkap. Kita perlu bangun sistem yang lebih baik.” Ujar Agus Rahardjo.

 

Anti corruption summit merupakan seminar yang diselenggarakan di Grha Sabha Permana (GSP) UGM pada Selasa (25/10). Seninar ini ditujukan untuk menumbuhkan semangat anti korupsi berbasis civitas akademika Perguruan Tinggi. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

krjogja.com (25/10) – Rektor UGM Prof Dwikorita: “Bimbing Kami Berantas Korupsi”

WhatsApp Image 2016-10-25 at 4.10.28 PM.jpeg

(Sumber: Dokumentasi UGM)

SLEMAN (KRjogja.com) – Dalam pembukaan seminar Anti Corruption Summit (ACS) pada Selasa (25/10) pagi, Rektor UGM Prof Dwikorita menyatakan kampus butuh dibina untuk berantas korupsi. “Bimbing kami berantas korupsi, maafkan kadang kami masih naaf bahwa korupsi apabila kita perkaya diri. Padahal kita tidak perkaya diri sendiri pun bisa dianggap korupsi.” Ujar Ibu Dwikorita.

Ibu Dwikorita menyatakan bahwa masih banyak peraturan yang tumpang tindih dan menyulitkan kelola administrasi kampus, misalnya PP 67/2013 tentang status UGM sebagai Perguruan Tjnggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang memiliki otonominya sendiri, dengan peraturan lain yang masih mengatur administrasi. Administrasi cukup panjang dalam pelaporan dana, sehingga mengganggu fokus riset kampus. Sejalan dengan ini, Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla menyatakan kesetujuannya. “Negeri kita ini memang hutan aturan. Kita fokus sederhanakan!” Tegasnya.

Beragam tokoh hadir dalam Anti Corruption Summit 2016 ini. Selain Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, beberapa tokoh nasional juga turut hadir dalam seminar ini. Tokoh-tokoh tersebut diantaranya Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), Moch. Natsir (Menristekdikti), Agus Rahardjo (Ketua KPK), dan beberapa rektor serta pemerhati hukum dari seluruh Indonesia.

Seminar yang diselenggarakan di Grha Sabha Permana (GSP) UGM ini ditujukan untuk menumbuhkan semangat anti korupsi berbasis civitas akademika Perguruan Tinggi. Dari catatan panitia, tercatat 1.000 orang terdaftar sebagai peserta seminar. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.