Summer is Over – Jelajahi Indahnya Majapahit

Lari larian di Kompleks Candi Tikus

Liburan kemarin pada kemana aja nih? Pasti pada lari ke Bandung sama Jogja nih , keliatan yang pada ngeshare foto di twitter kemaren .. Pada kesempatan Liburan kemarin penulis berkesempatan berkunjung ke Mojokerto dan Malang . Karena kebetulan ayah ada urusan rapat keluarga .

Mojokerto berada di Jawa Timur , sebagai wilayah yang menyimpan ribuan keindahan alam yang “hampir” belum tersentuh. Bahkan banyak yang mungkin kaga tahu dimana Mojokerto kalo bukan Arek Surabaya dan sekitarnya. Tapi disini penulis tidak akan jelasin dimana Mojokerto , cari sendiri deh di Peta Jawa Timur! Untuk yang piknik ke Malang nanti dulu ya nguploadnya ..

Salah satu kerajaan terbesar di Nusantara , bahkan Asia Tenggara bernama Majapahit dulu berpusat pemerintahan di Mojokerto , tepatnya di Keccamatan Mojosari. Dengan kali brantas sebagai Jalur perdagangan internasional dan navy-nya membuat kerajaan tersebut sempat jaya pada abad ke-9 .

PIM ( Pusat Informasi Majapahit ) – Museum Majapahit

Di PIM ini kita bisa melihat berbagai macam peninggalan Majapahit baik yang skala kecil berupa keris dan ornamen hingga patung dan reruntuhan yang tidak dapat dipugar. Ada yang wujud ganesha dan berbagai macam hewan hewan simbolis lainnya

Berbagai peninggalan nenek moyang

Pajangan Pernak Pernik Kerajaan

Selain itu di PIM ini kita juga diberi pelatihan tentang penggalian harta karun dengan berbagai tekniknya . Mulai dari peng-kotak kotakan tanah hingga eskavasi dan lain sebagainya. Kata Pak Amin sebagai salah satu Tour Guide disana dalam penggalian tidak ada kata gagal . Justru dengan gagal itu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa di daerah tersebut tidak ada temuan. Dan penggalian di Mojokerto ini disebut berhasil , karena katanya ditarik dari titik nol pendopo Majapahit tersebar berbagai macam harta karun sebesar 9×10 km. Wow!

Sebenarnya di PIM itu juga dibuka tempat pengumpulan harta karun bila ditemukan masyarakat sekitar ( umumnya petani ) dan akan diberi hadiah sesuai Undang Undang yang berlaku. Tapi jarang sekali museum menerima harta karun yang seharusnya milik negara itu. Kebanyakan dijual ke pengepul yang banyak bertebaran di Mojosari , bila masih bagus dijual utuhan , bila sudah rusak dilebur untuk kerajinan. Jadi banyak sekali toko kerajinan di sekitaran Mojosari.

Adik penulis dilibatkan dalam penggalian

Penjelasan di Tourism Center PIM tentang Penggalian

Selain melakukan penggalian , tidak lupa dong foto foto dengan patung patungnya

Inner Peace..

Pasang Kuda Kuda

Naik gajah.. ( nggak naik beneran ini )

Di depan taman PIM , serasa di kerajaan beneran! ( emang iya )

Nah.. nggak seru kan kalau sudah sampai area Majapahit masa cuma ke museumnya yang buatan jaman Soeharto , setelah dari PIM ini penulis meluncur ke candi candi dan pendoponya yang kebetulan banget sejalan. Mulai candi tikus , dan candi candi sebagainya yang penulis lupa namanya. Dengan tipikal candi Majapahit menggunakan bata merah membuat sensasi yang berbeda dari Candi Borobudur dan Prambanan yang sudah terkenal seantero nusantara lebih dahulu

Jempolers sejati , hehe..

Segarnya udara di Mojosari..

Couple of the Year..

Kalo punya halaman rumah segede gini mau ngapain ya..

Sama adik..

Nah , tentu saja tidak komplit kalau tidak ke Pendoponya . Di Pendopo inilah dulu Hayamwuruk mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya . Disanalah Gajahmada mengikrarkan sumpah palapa yang akhirnya menginspirasi Bangsa Indonesia dengan mengutip Bhinneka Tunggal Ika sebagai Motto Negara dan Garuda Pancasila sebagai Logo Negara dari Kitab Sutasoma buatan Mpu Tantular

“Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.

Inilah markas besar Hayamwuruk

Berbagai ukiran yang bercerita..

Tentu saja kedepan wisata Majapahit ini harus lebih diperkenalkan pada khalayak umum karena mungkin dengan mempelajari kesuksesan Majapahit dengan segala kekuatan perangnya , dan perdagangannya , serta ambruknya kerajaan ini karena keserakahan keturunannya . Tidak menutup kemungkinan , Indonesia bisa ambruk setragis Majapahit karena korupsinya yang merajarela , atau bangkit dengan gagahnya sebagai salah satu kunci pengambilan keputusan dunia. Toh , jatuh bangun itu ada ditangan kita😀

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: