Masih Adakah Tempe di Negeriku Tercinta?

Tempe yang mulai hilang di pasaran ( resepmasakansabina.wordpress.com )

Siapa sih yang kaga suka tempe? Walaupun sering dibilang makanan ndeso tapi jangan muna deh , pasti pada suka makan tempe .. Bisa digoreng , digodok , disambel , murah lagi.. Tapi itu dulu , sekarang harga kedelai sudah mencapai Rp.8500 / kg yang berarti sebentar lagi harga tempe akan sama dengan harga ayam..

Indonesia merupakan konsumen terbesar di dunia dan produsen olahan kedelai terbesar didunia , setiap tahunnya Indonesia membutuhkan 2.2 Juta Ton kedelai untuk pasar domestik , sedangkan petani hanya sanggup memproduksi 800 ribu ton , hampir 3 kali lipat kesanggupan petani.

Tentunya ini suatu pencapaian yang hebat , a giant leap for SBY .. Ini menandakan ekonomi daya beli masyarakat meningkat sehingga peminat kedelai cukup tinggi . Tapi semua pertumbuhan ini tentu akan sia sia jika kita tidak mampu memenuhi kebutuhan sendiri , sama saja dengan membuang devisa yang diraih susah susah dengan keringat kita ke negara eksportir.

Kemana perginya Bulog

Perum Bulog ( lensaindonesia.com )

Sejak bergulirnya orde reformasi kekuasaan bulog dikurangi sehingga hanya menangani dalam hal beras , itupun masih kedodoran. Hal ini menunjukkan sby tidak berdaulat sama sekali dalam hal pangan.. Seakan kebakaran jenggot ditengah desakan media justru Menko Perekonomian , Hatta Rajasa menetapkan bea impor kedelai 0% . Ini justru akan semakin menggantungkan kita kepada impor kedelai yang sudah menjadi jadi

Bukan hanya kedelai komoditas pokok yang kita impor , kita telah sejak lama mengimpor beras , gula , bahkan garam .. Padahal pantai kita membentang luas dari sabang hingga merauke , tidak cukupkah pantai itu membuat kita makan garam?

Reaksi Pemerintah

Reaksi Pemerintah yang hanya lempar tangan ( viva.co.id )

Fauzi bowo menyatakan merasa prihatin dan menghimbau seluruh produsen tempe untuk tetap berproduksi , dia menyatakan sudah menyurati Pemerintah Pusat.. Dilain sisi Sekda Jatim menyatakan hanya bisa pasrah atas kondisi ini dan menghimbau masyarakat mengubah pola hidup agar tidak makan kedelai. Sedangkan pemprov riau menyatakan adanya penimbunan di daerah Dumai. Inikah guna pemerintah dibayar?

Kalau cuma kirim surat anak sd bisa pak , surat menyurat pun bisa , orang biasa ngisi TTS di koran kok.. Kayak SBY di rumah kaga punya TV aja .. Apalagi prihatin dan menghimbau , anak tk juga udah bisa ngasi tau pak.. Sedangkan yang tahu adanya pelanggaran tapi tidak menindak ini malah lebih ga jelas . Mengeluarkan statement harus berdasarkan fakta yang bisa dibuktikan di lapangan , kalau cuma menuduh begitu cuma lempar tangan sembunyi batu dong ( eh kebalik )

Penimbunan ini pun seharusnya dapat dicegah dan bila ada diringkus , karena sesuai UU No.5 tahun 1999 tentang Pelarangan Praktek Monopoli menyatakan dengan tegas melarang segala bentuk monopoli baik perseorangan maupun berkelompok ( kartel ).. Kalau aturan yang memengaruhi hajat hidup orang banyak saja tidak ditegakkan , apalagi cita cita mulia bangsa ini.. Ayo makan tempe selagi bisa!

Refrensi : http://bit.ly/MQ0Pbk

Categories: Ulasan | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: