Nasib Satelit Telkom-3 dan Kebobrokan BUMN

Satelit Telkom-2 yang seharusnya diteruskan Telkom-3 (esq-news.com)

Selang beberapa minggu sejak gagalnya peluncuran Satelit Telkom-3 ke orbit Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan bahwa perusahaannya akan membuat pengganti Satelit Telkom-3 yang bernilai 200 Juta USD ini ( 1.8 Triliun ). Beruntung saja PT.Telkom tidak mengalami kerugian karena sudah diasuransikan di Jasindo,. Satelit Telkom-3 ini bertujuan untuk menggantikan Satelit Telkom-2 yang seharusnya masih bekerja sampai 2020 ( masa kerja 15 tahun dengan peluncuran di 2005 ).  Telkom-2 adalah satelit yang diluncurkan Telkom ke angkasa untuk menggantikan satelit Palapa B4. Satelit ini dibawa ke angkasa dengan menggunakan roket Ariane 5 dari Kourou di Guyana Perancis pada tanggal 16 November 2005. Telkom-2 memiliki umur operasi selama 15 tahun dan bernilai sekitar 170 juta dolar AS. Sekitar 70 persen kapasitas transponder Telkom-2 akan disewakan kepada pihak luar.

Dari 30 persen kapasitas yang akan digunakan sendiri oleh Telkom, satelit buatan Orbital Sciences Corporation ini diharapkan akan mendukung sistem komunikasi transmisi backbone yang meliputi layanan telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), internet, dan jaringan komunikasi untuk kepentingan militer.Satelit ini akan beredar di orbit 118° BT dengan kapasitas 24 transponder C-band dan berbobot 1.975 kg. Daya jangkaunya mencapai seluruh ASEAN, India dan Guam. Lalu kenapa Telkom membuat Satelit Telkom-3 dan bahkan menyatakan akan menyewa dari perusahaan penyedia satelit jika masih menyewakan 70% satelit Telkom-2 ?

Penyakit BUMN

Sarang Koruptor yang Kini Telah Membaik (viva.co.id)

Sudah terlalu banyak borok BUMN dan BUMD di bumi pertiwi ini untuk ditutupi , mulai dari rekruitmen , pengadaan inventaris dan ragam teknik korup masa kini lainnya. SBY pun pada pidatonya pada Kamis , 23 September 2010 mengatakan ada 3 penyakit bumn yang harus dibenahi.

Penyakit yang pertama, menurutnya, adalah kebiasaan buruk untuk merambah semua bisnis, padahal tidak sesuai inti bisnis (core business) dari BUMN tersebut. “Over extended. Kalau dalam agama, serakah mau diambil semua-semua dari hulu sampai hilir. Banyak pengalaman dari perusahaan seperti itu bisa kolaps,” kata Presiden.

Penyakit kedua, lanjutnya, BUMN sering dijadikan sapi perah. Segala persoalan diserahkan kepada BUMN untuk penyelesaiannya. Menurut SBY, hal itulah yang membuat BUMN sering kali sulit bertahan dan mudah kolaps. SBY menekankan pula, BUMN harus menyadari kontribusinya dengan menjalankan fungsi sosialnya, seperti corporate social responsibility, sesuai proporsional dan jangan sampai menggoncangkan bisnis BUMN tersebut.

Sementara itu, penyakit yang ketiga adalah BUMN dijadikan bancakan atau makanan rebutan. Penyakit ini, tegas SBY, harus benar-benar dikikis. “Semua ingin mendapatkan keuntungan pribadi melalui atau dalam kegiatan BUMN,” tambahnya.

SBY pun telah membuktikan pidatonya dengan menunjuk Dahlan Iskan sang Dirut Jawa Pos yang akhirnya menyembuhkan perusahaan yang kolaps. Dari banyaknya BUMN tidak sehat pada jaman sebelum Pak Dahlan kini hanya tinggal 17 BUMN yang harus disuntik dana sebesar 12T . Dana terbesar diterima Angkasa Pura I dengan total 1.38T

Selain itu menurut pendapat penulis, terjadi ketidak efisienan dalam pengaturan perusahaan . Contohnya saja terdapat 4 perusahaan angkasa pura yang sama sama membidangi kebandaraan. Walaupun wilayahnya sudah dipisah alangkah lebih baik lagi jika kesemuanya dimerger sehingga akan menghemat anggaran direksi dan gedung serta segala inventarisnya. Toh kesemuanya sama sama berpusat di Jakarta. Hal yang sama harus dilakukan untuk berbagai bidang yang lain , seperti PT. Pelni yang semua perusahaannya menerima dana segar.

Selain itu sistem penggajian dalam BUMN pun harus diperbaiki tidak dengan menggunakan sistem PNS. Tapi menggunakan sistem reward and punishment seperti layaknya dealer yang mengejar target. Hal ini sangat diperlukan untuk meningkatkan etos kerja pegawai BUMN dan mengembalikan BUMN kembali ke fitrah sebagai Penghasil uang negara , bukan pengeruk uang negara.

Perbaikan dibidang rekruitmen pun mutlak dilakukan , bukan hanya di bidang BUMN tetapi di segala lini pegawai pemerintah. Saat ini untuk masuk BUMN dan PNS pun puluhan juta siap digelontorkan , bahkan untuk kenaikan pangkat ratusan juta bahkan milyaran pun direlakan. Ini bukan hal tabu lagi yang mana semua lapisan masyarakat bahkan SBY sendiri pasti mengetahuinya. Tapi rakyat pun terlihat santai saja bahkan bahu membahu memasukkan anaknya menjadi abdi negara untuk bersama membangkrutkan negara.

Masalahnya tinggal keinginan politik dari Pemerintah. Hanya saja dengan meliat  konstelasi politik di Parlemen yang dipenuhi anggota anggota yang sangat gemar suap dan menghabiskan anggaran   serta Pemerintahan yang lemah bagaikan lelaki lemah syahwat,  Presiden yang terlalu sibuk dengan pencitraan dan takut sama istri maka saya tidak yakin reformasi BUMN akan berjalan mulus seperti harapan rakyat yang masih ingin negaranya berdiri tegak.

Refrensi : http://bit.ly/P5UtjI

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: