Haruskah Lagu SBY Sesakti Pancasila?

Kuyakin Sampai Disana.. Sampai mana yaa? (okezone.com)

Negeri ini sepertinya sudah kehabisan lagu-lagu kebangsaan sehingga upacara memperingati hari “Kesaktian Pancasila” yang jatuh tepat pada tanggal 1 Oktober harus diawali atau dibuka dengan lagu hasil karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang lagunya sudah terkenal dimana mana karena artis yang menyanyikan mungkin saja kepewoh karena dimintai tolong pak presiden. Ya lagu ciptaan Presiden SBY yang berjudul “Ku Yakin Sampai di Sana” dijadikan sebagai lagu pembuka upacara hari “Kesaktian Pancasila” tahun ini. Tentu saja hal ini tidak mengagetkan mengingat sudah sering lagu sby dinyanyikan pada event event resmi di daerah bahkan wajib dihafalkan dalam salah satu lembar kerja siswa ( LKS ) di sebuah kota.

Padahal negeri ini memiliki puluhan lagu-lagu kebangsaan yang seharusnya bisa dijadikan sebagai lagu pembuka upacara kenegaraan. Ironis, lagu ciptaan Presiden SBY yang sebenarnya bukan lagu nasional malah dikumandangkan pada upacara kenegaraan. Hal ini tentu saja bukan sesuatu hal yang bagus melainkan sesuatu hal yang sangat tidak pantas dan tidak etis dan tidak perlu terjadi. Sebab bagaimanapun juga yang namanya upacara kenegaraan itu yang harus dinyanyikan adalah lagu-lagu kebangsaan yang memang wajib dikumandangkan disetiap upacara memperingati hari-hari besar kenegaraan.

Jadi kalau lagu ciptaan Presiden SBY yang dijadikan sebagai lagu pembuka pada upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila kemarin, jelas tidak masuk pantas dan tidak wajar dan wajar. Mengapa, karena upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila bukan sebuah upacara yang biasa-biasa saja melainkan upacara kenegaraan. Seharusnya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang harus dikumandangkan sebab merupakan lagu nasional yang lebih bermanfaat untuk menggugah semangat dalam berbangsa dan bernegara.

Seharusnya Presiden SBY sebagai kepala negara harus lebih tahu dan lebih pandai dalam membedakan mana yang lagu kebangsaan dan mana yang bukan lagu kebangsaan. Sebagai kepala negara Presiden SBY seharusnya lebih pandai membedakan upacara kenegaran dengan upacara atau acara ramah tamah seperti pada umumnya.

Dikumandangkannya lagu ciptaan Presiden pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila kemarin menandakan Hari Kesaktian Pancasila seolah-olah dijadikan sebagai ajang untuk promosi lagu. Jikalau Presiden SBY ingin mempromosikan lagu kepada masyarakat umum yang jangan dilakukan pada upacara kenegaraan seperti itu. Sebab Hari Kesaktian Pancasila bukan label rekaman musik. Dan Hari Kesaktian Pancasila bukan ajang memcari bakat dan bukan juga ajang Indonesian Idol , SBY bisa mencoba menyanyikan lagunya pada sidang umum PBB yang tentu saja akan meningkatkan nilai jual Indonesia , presiden mana sih yang bisa nyanyi selain SBY😀

Refrensi : http://bit.ly/SZC8Wb http://bit.ly/SZCegu

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: