KRjogja.com (12/10) – Closing Vredeburg Fair: “17.000 Pengunjung dalam sepekan Pameran Bukti Museum Semakin Dicintai Masyarakat”

 

YOGYA (KRjogja.com) – Setelah sepekan diselenggarakan dengan meriah dan diiringi serangkaian acara yang melibatkan banyak komponen masyarakat dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh pada 12 Oktober 2016, Vredeburg Fair hari ini dinyatakan ditutup. Selama pameran sampai akhirnya ditutup hari ini, terdapat 17.000 pengunjung yang meramaikan kegiatan Vredeburg Fair yang berlokasi di Benteng Vredeburg ini. Kondisi cuaca Yogyakarta yang seringkali diguyur hujan deras tidak menyurutkan minat masyarakat untuk mendekatkan diri pada museum. Bapak Haris Budiharto sebagai Kasubbag TU Vredeburg Fair menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Vredeburg Fair ini. “Vredeburg Fair berhasil, sukses, dan semakin dicintai masyarakat, namun perjuangan kita belum selesai. Kita buat museum lebih dicintai lagi, berada selalu di hatiku, di hatimu, dan di hati seluruh masyarakat” Ujar Bapak Harris dalam laporan penutupan kegiatan Vredeburg Fair.
Vredeburg Fair telah digelar sejak 2011, dan tahun 2016 merupakan kali kelima pagelaran serupa digelar. Mengangkat tajuk “Ramai, Riang, Ramah Museumku”, Vredeburg Fair menyelenggarakan serangkaian acara yang terdiri atas Gebyar Museum, Talkshow, konser musik, penampilan Band, seni rupa, kriya, maupun tari, perlombaan, bazar dan pembinaan UMKM, serta workshop kebudayaan. Serangkaian acara tersebut dimaksudkan guna semakin mendekatkan museum di hati masyarakat. Menurut perwakilan komunitas pecinta museum Yogyakarta FOKUS, acara semacam ini perlu digiatkan dan semakin sering dilaksanakan mengingat masih kurangnya minat masyarakat terhadap museum dan sejarah. “Di luar negeri sana, harga tiket mahal tapi museum laris. Di sini, harga tiket murah, kadang gratis, tapi tetap sepi.” Ujar Bapak Suryadi, 50 Tahun.
Selaras dengan pendapat Bapak Suryadi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kasubdit Permuseuman Ibu Sri Patmiarsih menyatakan masih banyak tugas pemerintah untuk menggelorakan semangat cinta museum. Rasa cinta hanya bisa terwujud apabila museum benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Museum Vredeburg telah memberdayakan dan mendanai beberapa UKM dan komunitas di bidang seni dan persejarahan yang ada di Yogyakarta, seperti misalnya Komunitas Mandiri Craft Community. “Kedepan harus kita tambah lagi.” Tegas Ibu Sri.
Penutupan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan estafet kepada panitia Vredeburg Fair 2017 dan pengenalan tema kegiatan tahun depan. Mengusung tema “Museum Matahariku,” Vredeburg Fair 2017 ingin mengajak masyarakat merasakan kehangatan dan manfaat dari museum layaknya yang didapatkan dari sang surya untuk kemudian mencitainya. “Sampai Jumpa di Vredeburg Fair 2017!” Ujar penari-penari cilik yang dengan atraktifnya bergoyang sembari menyanyikan jingle Vredeburg Fair 2017 dengan gaya hip-hop jawa layaknya yang dipopulerkan oleh Jogja Hip-hop Foundation.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: