KRjogja.com (12/10) – Mandiri Craft Community : “Museum Memberdayakan dan Membimbing Kami Kaum Disabilitas”

YOGYA (KRjogja.com) – Vredeburg Fair tahun 2016 yang bertajuk “Ramai, Riang, Ramah Museumku” menyelenggarakan banyak rangkaian acara dalam memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh pada 12 Oktober 2016. Salah satunya diantaranya adalah penampilan stand UMKM dan pembinaan serta pemberdayaan UMKM. Menurut Bapak Haris Budiharto sebagai Kasubbag TU Vredeburg Fair, Vredeburg Fair menampilkan 29 stand yang berisi komunitas pecinta museum dan UMKM yang telah diberdayakan oleh museum. Pembinaan dan pemberdayaan UMKM tersebut telah lama dilakukan oleh museum, dengan cara pemberian pelatihan ilmu kemuseuman dan seni kriya, maupun pendampingan finansial berupa kredit lunak bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi DIY. “Kita ingin museum lebih dan terus berkontribusi untuk UMKM dan untuk masyarakat.” Ujar Bapak Haris.
UMKM yang diberdayakan museum dan mengikuti Vredeburg Fair ini beragam jenisnya. Ada UMKM Kwaya yang berfokus pada Borneo Exotic Merchandise, yang berupa pernak pernik khas masyarakat suku di Kalimantan layaknya kalung, gelang, anting-anting, topi adat dayak, hingga mandau dan senjata tradisional lainnya. Ada juga Rumah Kreasi yang memberdayakan pemuda dan ibu rumah tangga di masyarakat sekitar Taman Siswa Yogyakarta untuk produktif dengan membuat kerajinan rajut layaknya tas, dompet, kantong belanja, tempat pensil, dan beragam aksesoris lainnya dari kain perca dan bahan daur ulang.
Bukan hanya anak muda dan ibu-ibu saja yang diberdayakan, masyarakat difabel juga diajak turut serta untuk produktif dan bermanfaat bagi sesama. Mandiri Craft Community misalnya , berfokus sebagai industri pembuatan mainan dari kayu yang mulai dirintis sejak tahun 2003 oleh sekelompok penyandang cacat yang berjumlah 25 orang. Mandiri Craft telah menjadi salah satu industri manufaktur mainan terkenal di Bantul yang terletak di Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon Cabean, Bantul, Yogyakarta. Produk-produknya telah diekspor ke berbagai negara di Eropa, khususnya Italia, Australia, Jerman, Tiongkok, Jepang, dan berbagai negara lain. “Kita yang sudah lama dibimbing oleh benteng, ingin edukasi bagi semua masyarakat. Alhamdulillah pengunjung relatif banyak dan tergerak untuk terus berkarya apapun keadannya.” Ujar Pak Slamet, 43 tahun, penjaga stan Mandiri Craft Community dan salah satu anggota komunitas tersebut.
Vredeburg Fair mungkin telah berhasil seusai penutupan kegiatan yang dilakukan siang tadi, 12 Oktober 2016 di Benteng Vredeburg. Akan tetapi menurut Ibu Sri Patmiarsih sebagai Kasubdit Permuseuman Kemdikbud dalam sambutan penutupan rangkaian kegiatan Vredeburg Fair 2016, semangat untuk mendekatkan dan berguna bagi masyarakat merupakan misi museum yang takkan berakhir. “Dengan penutupan ini sudah selayaknya kita melangkah kedepan kita memajukan museum dan masyarakat.” Tegas Ibu Sri. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: