KRjogja.com (15/10) – Cosplay : “Mahal tapi Worth it!”

SLEMAN (KRjogja.com) – “Dimana ada Mangafest, pasti ada Cosplay!” Ujar Wibowo, 21 Tahun, sebagai salah satu peserta Cosplay Street Competition dalam penyelenggaraan Mangafest UGM ke-6 yang diselenggarakan di GOR Klebengan, Yogyakarta sejak Sabtu (15/10) pagi. Mangafest UGM merupakan event tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2011 yang diselenggarakan dengan tujuan mengenalkan budaya Jepang lebih luas kepada masyarakat serta memfasilitasi kreatifitas komunitas dan pembuat komik bernuansa Jepang (manga). Penyelenggaraan Cosplay Street Competition dalam serangkaian acara Mangafest tersebut merupakan salah satu upaya pengenalan budaya Jepang. “Orang awam seringkali masih asing dengan Cosplay. Kita coba kenalkan. Cosplay menurut saya lambang dari kesatuan.” Ujar Cahya Rondy, 19 tahun, Pendiri Komunitas Cosplay di Yogyakarta bernama Project Little Busters
Cosplay yang berasal dari gabungan kata Costume and Play (Bermain kostum) adalah fenomena para penikmat Anime (kartun Jepang) yang menirukan penampilan figur kartun kesukaannya. Figur ini bisa apa saja mulai dari figur laki-laki dan perempuan biasa, menjadi kucing seperti Doraemon, robot Gundam raksasa lengkap dengan senjata semi-otomatis jumbonya, ataupun pahlawan pembela kebenaran layaknya Ultraman. “Saya suka cosplay karena saya bisa jadi apa saja yang saya mau!” Seru Samastha, 18 tahun, yang juga hadir sebagai peserta Cosplay Street Competition menggunakan kostum Admiral (pelaut) dalam Manga terkenal Jepang, One Piece.
Menjadi cosplay merupakan hobi yang tidak mudah dan tidak murah. Menurut Samastha, dirinya seringkali mendapat cibiran negatif dari kawan maupun lingkungan sekitar yang dianggapnya kurang memahami hobi cosplay yang digandrunginya. “Jangan peduli orang lain, kalau cocok dan suka lakukan saja jangan malu kembangkan potensimu!” Seru Samantha. Peralatan yang dibutuhkan untuk menirukan sebuah figur juga bisa jadi menguras dana. Beki Taufiq, 19 Tahun, yang juga mengikuti Cosplay Street Competition dengan menirukan figur Kuroko mengaku menghabiskan dana hingga 300 ribu rupiah untuk membelu wig, bedak, dan kostum. “Untuk figur yang lebih sulit dan berukuran besar bisa jadi jutaan dan puluhan juta. Mahal tapi Worth it!” Ujarnya.
Fenomena Cosplay melejit seiring dengan meledaknya kecintaan masyarakat global terhadap kebudayaan Jepang. Hal inilah yang kemudian dicoba untuk diakomodasi Mangafest UGM dalam Cosplay Street Competition. “Anime dan Manga (kartun dan komik jepang) sekarang fenomena global. Banyak orang di berbagai belahan dunia menggandrungi, termasuk di Yogyakarta.” Ujar Wahyu Eko, 20 tahun, Ketua Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang UGM. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: