KRjogja.com (15/10) – Kolosal Kidung Palapa Menutup Jatimfest 2016.

YOGYA (KRjogja.com) – Penampilan drama bertajuk Kolosal Kidung Palapa yang dimainkan hampir 100 seniman baik pemusik, penari, pengrawit, dan beragam lainnya pada Sabtu (15/10) menandai berakhirnya Jatimfest 2016. Jatimfest merupakan kegiatan pagelaran seni budaya Jawa Timur yang diselenggarakan di Monumen Serangan Umum 1 Maret sejak Kamis (13/10).

Kolosal Kidung Palapa menceritakan tentang semangat orang Jawa Timur yang selalu memberontak pada nasib dan tidak mudah menyerah. Sejarah Kerajaan Majapahit sebagai sebuah kerajaan Nusantara termasyhur yang berpusat di Mojokerto, Indonesia membuktikan keteguhan hati orang Jawa Timur yang tercermin dalam sumpah Palapa yang diceritakan kembali dalam kolosal ini. “Gadjah Mada itu berjanji tidak akan menyentuh wanita sebelum menyatukan nusantara. Dan akhirnya beliau berhasil memperistri kembali Dewi Anggrek. Semangat pantang menyerah ini ingin kami tularkan ke semua orang. Jer basuki mawa beya. Kalau ingin sukses ya usaha!” Tegas Eko Sulkan, 30 Tahun, penulis naskah Kolosal Kidung Palapa.

Pementasan Kolosal Kidung Palapa telah disiapkan sejak Maret 2016 oleh para panitia dan aktor kolosal, jauh sebelum kolosal tersebut diselenggarakan. Kolosal tersebut dikonsep cukup lama dan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang kebanyakan sebelumnya belum pernah ikut serta dalam pementasan. Mengajarkan ilmu kesenian pementasan sejak awal dan mengatur jadwal mahasiswa yang begitu beragam merupakan tantangan sendiri bagi panitia. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah yang berarti karena seluruh komponen mempunyai keinginan untuk belajar giat dan menampilkan yang terbaik. “Senang sekali menghibur penonton, saling berbagi dan mendapat ilmu baru, juga teman baru.” Ujar Elar Fidrianto, 22 Tahun, koordinator salah satu scene dalam kolosal.

Selain untuk menghibur dan menyampaikan pesan moral Gadjah Mada, Kolosal Kidung Palapa juga memiliki kemauan untuk mengenalkan lebih dalam perjalanan sejarah Kerajaan Majapahit kepada masyarakat. “Banyak masyarakat sekedar tahu nama. Semoga setelah nonton ini jadi tahu cerita dan kisahnya serta jadi pembelajaran yang baik bagi kehidupan.” Ujar Krisna, 19 tahun, salah satu pemain kolosal. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: