KRjogja.com (27/10) – Lupa Bawa ID Card, Bek Andalan Sulawesi Tidak Boleh Main di Liga Santri.

Yogya (krjogja.com) – Kekecewaan terlihat jelas dalam raut muka Khaidir, bek andalan DDI Kabalangan nomor urut 6. Khaidir harus digantikan dengan Fiki, bernomor urut 17, karena lupa bawa id card. “Peraturan harus ditegakkan pak!” Ujar Johan, official dalam pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Sasana Krida AAU, Kamis (27/10) siang.

Keluar dari lapangan, Kazimir tertunduk lesu. Namun seluruh teman teman, official, dan penonton tetap memberinya tepuk tangan yang meriah guna membangkitkan motivasi tim. Haji Ali Mudin pelatih DDI Kabalangan mengaku tetap optimis. “Insya allah tetap menang!”

Ponpes DDI Kabalangan merupakan satu-satunya tim dari Sulawesi yang masih bertahan di babak 16 besar Liga Santri Nasional. Pada babak ini, Ponpes DDI Kabalangan harus menghadapi Ponpes Walisongo Jawa Tengah yang cukup tangguh.

Liga Santri Nusantara merupakan perlombaan sepak bola antar pondok pesantren seluruh indonesia. Berawal dari seleksi di tingkat provinsi, liga ini memperebutkan piala menpora. Liga ini ditujukan untuk membangkitkan gairah sepak bola nasional dengan nilai-nilai luhur ala pesantren. “Saya yakin liga santri akan menjadi modal terhadap perbaikan masa depan sepokbola nasional”, ungkap Muhaimin Iskandar, Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pembukaan liga santri, Senin (24/10) malam. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: