SLEMAN (KRjogja.com) –  Seringkali, masyarakat mengidentikkan Aceh dengan narkoba, ganja, kekerasan cambuk, dan pemberontakan. Citra negatif Aceh yang acapkali terpatri di masyarakat seringkali menutupi nilai nilai luhur yang dimiliki Aceh.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh Dr Reza Pahlevi  saat menjadi pembicara dalam Pinasthika Creativestival XVII di Hartono Mall (03/11/2016). Dikatakannya,  orang luar tahunya Aceh cambuk dan kekerasan. Aceh bukan hanya itu. “Kami berkomitmen melakukan branding untuk Aceh lebih baik,” ujar Reza.

Ia kembali menegaskan untuk mengubah citra negatif Aceh. Menyadari hal tersebut Pemerintah Provinsi Aceh berusaha keras untuk mengenalkan Aceh lebih baik kepada masyarakat dunia. Termasuk diantaranya mengenalkan branding bertajuk ‘The Light of Aceh’ yang menggambarkan Aceh dengan nilai Islam nya menyinari dan membawa kebaikan dunia.

Upaya yang dilakukan pun tidak main-main. Mulai dari riset, pembuatan desain logo, dan penempatan logo dan slogan tersebut di berbagai lokasi layaknya bandara. Selain itu, Pemprov juga memfasilitasi pemuda yang menggandrungi teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan Aceh.

“Ada markas khusus. Kita minta posting sebanyak-banyaknya pesan positif tentang Aceh. Karena seluruh dunia saat ini melihat internet,” ujar Reza Pahlevi.

Kedepan, branding Aceh akan dilakukan lebih radikal lagi. Misalnya, ide anggota tim branding Aceh dan juga konsultan kreatif dari Petakumpet, M Arief Budiman. Dirinya ingin ada pesawat dari Timur Tengah ke Aceh dan berlogo branding Aceh. “Minimal dua pesawat!” Ujarnya dengan penuh semangat. (Mg-21)