KRjogja.com (19/10) – Latih Empati, Berani Bersikap, dan Menulislah!

 

A photo posted by Ilham Dary (@ilhamdatha) on Oct 18, 2016 at 9:29am PDT

            Dalam kegiatan yang diselenggarakan krjogja.com pada hari Rabu malam (19/10) di Café Mak Combrang, Yogyakarta, hadir sosok muda inspiratif yang pernah mencalonkan diri sebagai Walikota Depok pada Pilkada Serentak 2015, Dimas Oky Nugroho, Ph.D. Kak Dimas mengajak audiens pada kegiatan yang didominasi pelajar dan mahasiswa tersebut untuk terus aktif sebagai pemuda. “Pemuda Indonesia harus berani bersikap. Jangan takut berposisi dan beropini!” Seru Kak Dimas.

Kak Dimas merupakan salah satu dari pendiri gerakan Sukarelawan Indonesia Untuk Perubahan. Gerakan ini beranggotan atas akademisi muda, aktivis, komunitas kreatif dan seniman yang bertujuan untuk mengadvokasi isu-isu publik terkait demokrasi dan kebangsaan, kepemimpinan dan kepemudaan, penguatan masyarakat sipil dan reformasi pelayanan publik. Lulusan doktoral bidang antropologi politik dari University of New South Wales Australia ini juga pernah aktif sebagai Staf Ahli di Kantor Staf Kepresidenan, Dosen di Universitas Airlangga, jurnalis di Kompas Gramedia Group, dan staf United Nations Development Programee (UNDP) Indonesia yang berkonsentrasi dalam program rekonsiliasi konflik di Indonesia. Konflik Poso, Sampit, hingga Aceh merupakan beberapa konflik yang pernah diselaminya. Kini ia aktif sebagai Direktur Eksekutif PT Akar Rumput Strategic Consulting yang merupakan perusahaan konsultan politik bentukannya.

Sebelum aktif di dunia karir, Kak Dimas sudah aktif berbakti bagi sesama sejak mengenyam bangku pendidikan. Sebagai Ketua Senat dan Presiden Mahasiswa semasa beliau berkuliah di Universitas Airlangga, Kak Dimas aktif turun ke jalan untuk menyuarakan kegeraman masyarakat atas kesewenang-wenangan rezim orde baru. Kak Dimas juga aktif sebagai Ketua OSIS semasa bersekolah di SMA 3 Medan.

Keaktifannya sejak dini yang berlanjut saat beranjak dewasa tersebut berasal dari hatinya yang tergugah melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya. Beberapa teman bermainnya harus putus sekolah dan berpisah dengan dirinya karena keterbatasan ekonomi. Kegemarannya membaca komik superhero layaknya Tin-tin, Superman, Mahabarata, dan banyak lainnya membawa dirinya dalam suatu pemikiran bahwa ada figur yang membaktikan diri pada orang banyak walaupun harus mengorbankan diri sendiri demi kebaikan yang lebih besar. Pemikiran yang sama pula yang pada akhirnya disebarkan dalam pertemuan di café tersebut. “Mereka disebut hero bukan karena kemampuan supernya, tapi karena sifat kepahlawanannya yang menjadi teladan dan pentingkan sesama.” Seru Kak Dimas.

Dalam pertemuan tersebut, Kak Dimas juga mengidentifikasi beberapa masalah penting yang pada umumnya dialami pemuda Indonesia. Pemuda indonesia seringkali kurang pengetahuan dan tidak memiliki informasi cukup atas isu. Hal ini terjadi bukan karena keterbatasan akses informasi oleh para pemuda mengingat mayoritas pemuda saat ini telah memiliki gadget yang cukup canggih. Kurangnya informasi tersebut dikarenakan keenganan para pemuda untuk membaca dan berdiskusi.

Para pemuda Indonesia juga seringkali takut untuk beropini dan mengambil posisi dalam suatu isu. Seringkali, pemuda dalam tulisannya hanya menjabarkan secara deskriptif tanpa berargumentasi ataupun memberikan solusi. Apabila ditilik dalam latar belakang proses pendidikan anak di Indonesia, seringkali orang tua berperan sangat dominan dalam proses pengambilan keputusan sehingga membatasi kreatifitas dan determinasi anak.

Banyak pemuda yang juga karena kehidupannya yang serba berkecukupan pada akhirnya melupakan masalah yang dialami masyarakat dalam lingkungannya. Hal ini pada akhirnya dapat memudarkan empati kita atas bangsa. Masalah-masalah tersebut pada akhirnya membatasi keaktifan para pemuda yang seharusnya berkontribusi bagi penyelesaian problematika.

Menurut Kak Dimas, penting bagi pemuda kedepannyauntuk berani bersikap dan berperan dalam kehidupan bermasyarakat. Peran ini dapat dimulai dengan mendiseminasi pemikiran melalui tulisan. Dengan tulisan, pemuda dapat memberikan sudut pandang dan seruan bagi orang lain untuk turut serta bersama-sama memperhatikan dan menyelesaikan problematika. “Menulislah maka dirimu akan berguna dan abadi!” Seru Kak Dimas. (MG-21)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: