1 NOVEMBER 1945, Koran Kedaulatan Rakyat menjadi saksi sejarah pengumuman yang dikeluarkan Kepala Staf Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Letnan Jendral Oerip Soemohardjo. Surat itu berisi panggilan terhadap putra-putri terbaik bangsa untuk ikut serta dalam Akademi Militer dan Sekolah Kader.

Sehari sebelumnya, atau 31 Oktober 1945, jendral kelahiran Purworejo 22 Februari 1893 ini memerintahkan didirikannya Militaire Academie (MA) Yogyakarta. Pendirian MA di Yogyakarta ini yang kemudian menjadi hari lahir Akademi Militer (Akmil) di Indonesia. Jejak sejarah lahirnya Akmil masih bisa dilihat sampai saat ini yaitu gedung yang saat ini digunakan sebagai SMA Bopkri I Yogyakarta dan SMPN 5 Yogyakarta.

Prasasti di depan SMA Bopkri 1 Yogyakarta

Dua gedung tersebut, SMA Bopkri I yang saat itu adalah bekas Christelijke MULO School digunakan untuk kegiatan belajar mengajar bagi para taruna. Sedang SMPN 5 Yogyakarta digunakan sebagai asrama taruna.

Meski efektif hanya digunakan hingga tahun 1950, keberadaan Akmil di Yogyakarta ini menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Lulusan Akademi Militer hasil seleksi ini merupakan angkatan pertama yang dilatih dengan nilai-nilai republik.

Prasasti lahirnya Akmil di Yogyakarta

Di prasasti yang ada di depan SMA Bopkri 1 Yogyakarta tertulis selama masa perjuangan fisik, 1945-1949 sekurang-kurangnya 21 alumni dan kadet MA gugur sebagai kusuma bangsa. Pendirian Akmil sendiri tidak lepas dari sejarah berdirinya TKR itu sendiri. (Ilham Dary Athallah/Apw)