PADA 31 Oktober 1945, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) mendirikan Militaire Academie (MA) atau Akademi Militer Yogyakarta. Satu hari kemudian TKR memasang iklan di Harian Kedaulatan Rakyat yang isinya pengumuman dan persyaratan masuk Akmil dan Sekolah Kader.

Isi pengumuman tersebut dalam bahasa Indonesia yang disempurnakan.

1. Dibuka oleh Markas Tertinggi  (Staf Oemoem) TKR Akademi Militer dan Sekolah Kader.

2. Lamanya sekolah untuk pendidikan opsir (Letnan Kelas 2) selama 2 bulan dan untuk pendidikan opsir rendahan (sersan kelas 2) satu bulan

3. Syarat-syarat untuk diterima menjadi murid :

a. Anak laki-laki usia, 18 – 25 tahun
b. Berbadan sehat
c. Mempunyai kemauan sungguh-sungguh untuk buat menumpahkan jiwa dan raga untuk Indonesia tetap merdeka
d. Untuk sekolah kader harus mempunyai kecakapan serendahnya tamatan sekolah rakyat kelas 6 atau setara.
e. Untuk Akademi Militer harus mempunyai kecakapan serendah-rendahnya tamatan SMP atau setara.

4.  Pemuda yang ingin sekolah tersebut harus datang ke Yogyakarta dan menghadap di akntor sekkolah tersebut setiap hari dari pukul 08.30 – 3.30 sore selambat-lambatnya tanggal 7 November 1945.

5. Anak-anak di luar Yogyakarta bisa naik kereta api kelas 3 dengan gfratis dengan minta surat pengantar dari Kepala TKR atau Pangreh Praja di daerahnya.

6. Ongkos makan dan penginapan di Yogyakarta ditanggung oleh TKR

7. Anak-anak yang tidak dapat masuk sekolah karena apkir atau kepenuhan tempat akan dipulangkan ke tempatnya masing-masing.

Pengumuman Akademi Militer di Koran KR edisi 1 November 1945

Selain berisi pengumuman dan syarat masuk Akmil dan Sekolah Kader pengumuman tersebut juga memuat undangan bagi guru dan instruktur Akademi Militer dan Sekolah kader.

Baca Juga : Sejarah Berdirinya Akmil di Yogyakarta

Meski tertulis lamanya sekolah tertulis selama dua bulan, namun untuk Akmil pendidikan sendiri berlangsung selama 3 tahun. Salahsatu lulusan pertama dari Akmil adalah Soesilo Soedarman yang pada orde baru pernah menjadi  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) dan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993). (Ilham Dary Athallah/Apw)